INSPIRASI AWAL

Banyak orang menulis bahwa kita harus berpikir positif, hal ini benar, namun belum tepat, karena seberapa kita berpikir positif tergantung pada suasana hati, karena rasakan sebelum berpikir adalah bahasa TUHAN , maka kita harus merujuk bahasa tersebut,pada sisi lain seseorang tidak akan berpikir positif ketika hatinya tidak ada kemapan, dengan kemapanan hati maka seseorang akan berpikir positif dengan mengkomunikasikan sesuatunya dengan cara yang hikmah dan bijaksana, salahsatunya dengan cara menulis,

Jumat, 23 Juli 2010

MENYIKAPI PERSOALAN

Sering saya terusik dengan persoalan yang kelihatannya kecil, kenyataannya begitu besar. Akal pikir saya yang selalu mengarahkan bahwa hal itu  tidak mungkin terjadi, kenapa sampai hal ini terjadi, karena akal pikir yang saya miliki tidak dasarkan pada akal hati sehingga mempersipkannya selalu tidak benar dan pas, bahasa rasakan dulu sebelum dipikrikan kenyataannya benar adanya, salah satu contoh yang paling nyata adalah kejadian yang belum lama saya alami dan terjadi, sekitar 3 s/d 7 jam yang lalu di Facebook, dan itu soal pengiriman email apa yang sedang saya tulis berupa program, pengiriman email yang saya lakukan sudah berkali - kali, melebihi batas 10 kali saya email.
Sebelum jam 12 saya menulis di wall facebook saya, seperti yang ada di bawah ini :
Awaluddin Madjid

Awaluddin Madjid Ha, ha, ha pas banget, saya sedang add soal sabar, dari kemarin sampai saat ini ngirim kabar penting, gagal terus, semoga tetap sabar ya AWALUDDIN MADJID, JADI SENYUM DAN KETAWA SENDIRI, THANKS GOD, WHAT EVER THE CASE, TETAP SYUKUR DAN SABAR. ( tgl 23 Juli 2010, jam 20.35 WIB)


Awaluddin Madjid

Awaluddin Madjid ‎39 %, sampai nggak neh, sudah sampai 100 %, fail lagi Insya Alloh nggak ya,nuggunya sudah, detik ganti menit dan sudah ganti, " naluri berkata, engkaulah milikku" (GIGI, dalam rangka mengibur diri, "akulah yang kau cari ,GIGI juga ) ha ha ha ( tgl 23 Juli 2010, jam 22.26 WIB )



Awaluddin Madjid

Awaluddin Madjid Ya ALLOH TELAH KAU TUNJUKKAN KEBESARANNMU ATAS SEGALA UPAYA,USAHA DAN KERJA KERAS YANG HAMBA LAKUKAN, SYUKUR PADAMU YA ALLOH , ATAS SEGALA KURNIA, HIDAYAH, RIZKI, DAN BERKAHMU, SEMOGA ESOK LEBIH BAIK,BAIK DAN BAIK LAGI AMIIIN.( jeda diantara tulisan saya di wall yang ada dibawah ini )( tgl 24 Juli 2010, jam 0.25 )

Sementara, email yang masuk dan berhasil dikirim seperti dibawah ini :
Subject:  Re: PROFILE KOMUNITAS
From:  "Rudy Winoto"
Date:  Sat, July 24, 2010 12:20 am
To:  awaluddin@bisnis-karir.com
Priority:  Normal
Options:  View Full Header | View Printable Version  | Download this as a file

pak udah oke tuh tulisanya , hanya tampilan gambar terlalu rame....

 RUDY WINOTO




________________________________
From: "awaluddin@bisnis-karir.com" <awaluddin@bisnis-karir.com>
To: info@bisnis-karir.com
Sent: Sat, July 24, 2010 12:00:23 AM
Subject: PROFILE KOMUNITAS

tolong koreksi, karena masih banyak kuranya dari segi desain, kata,
kalimat dan program.


Perhatikan tulisan ke 3 saya jam, menunjukkan 00.25, sementara email masuk jam 12.00 :23 AM ( ante meridian= sebelum tengah hari,  waktu yang dipakai dalam standar internasional yang menunjukkan jam 00.00 : 23  dan lihat tulisan saya di wall)  ada perbedaan 24 menit 37 detik, untuk memperjelasnya, lihat lagi catatan di wall facebook saya, dibawah ini, dari jeda 24 menit 37 detik, saya masih  belum menyadari, bahwa email sudah masuk dan berhasil dikirim.

Awaluddin Madjid

Awaluddin Madjid Alhamdullilah gagal lagi, seperti buku saya yang akan saya tulis, setelah "AKU TIDAK MAU MISKIN", "SUKSESNYA KEGAGALAN" dan saya tak akan menyerah serta berhenti pada satu jeda, karena gagal harus dimaknai sebagai sukses, ALHAMDULLILLAH.

 ( tgl 24 Juli 2010, jam 00.37 WIB ), kesadaran saya masih belum terbangun, saya masih katakan gagal, sementara dari catatan yang ke 3 saja ,email sudah dan berhasil dikirim.

Awaluddin Madjid

Awaluddin Madjid Subhannaloh, sebuah cerita kecil, diluar akal bati dan akal pikir saya, berkali - kali saya kirim email, layaknya manusia yang penuh kekurangan karena terlalu banyak noda dan dosanya saya pikir gagal DENGAN KEBESARANNYA, TERNYATA ADA SATU YANG YANG BERHASIL, MAHA BESAR ALLOH SWT, TERIMA KASIH,TERIMA KASIH, TERIMA KASIH, TERIMA KASIH, TERIMA KASIH DAN TERIMA KASIH YA ALLOH, AMIIIIIIIIIIIIIIN ( tgl, 24 jULI 2010, jam 01.49 WIB, BARU SAYA MENYADARI BAHWA EMAIL  BERHASIL DIKIRIM )


Perlunya saya menampilkan tulisan dengan data - data ada,  yang menunjukkan catatan - catatan saya di facebook agar bukti itu, walau sekecil apapun memberi inspirasi pada saya dan yang lainnya untuk menyikapi sebuah persoalan dimana ALLOH SWT memberikan buktinya dan nyata, ketikapun terlihat kecil, sebenarnya adalah besar  dan bermanfaatn, Ketika ALLOH berkehendak dan nyata terbukti benar dan tepat, sudah selayaknya manusia menyadari, memaknai dan meyakini keberadaan ALLOH, DAN SATU HAL YNG TAK BISA DIKERJAKAN BAGI ALLOH mudah - mudah saja.








Kamis, 15 Juli 2010

REALITAS HIDUP

MEMAKNAI HIDUP
Hidup adalah rangkaian peristiwa yang terus berputar bagai roda, kadang diatas, kadang dibawah, suka dan duka silih-berganti, detik ini bahagia, semenit kemudian duka, that's a life ( itulah hidup ), ketika kita tidak bisa memaknai hidup, maka manusia akan selalu dirudung duka, nestapa, kekecawaan bahkan sampai pada tara frustasi, yang lebih parah tidak mempercayai keberadaan YANG MAHA KUASA YANG MEMBERI HIDUP DAN MENIADAKAN HIDUP.Manusia akan menjadi hampa hidupnya ketika ia tidak tahu apa tujuan hidupnya, sehingga manusia tidak tahu harus kemana arah hidupnya, tugas hidupnya, sehingga tidak tahu,memahami dan memakanai apa yang harus dilakukan dalam hidupnya. Dan manusia tidak tahu apa fungsinya dalam hidup yang seharusnya memberi kemanfaatan bagi manusia dan alam sehinngga hidupnya memberi nilai bagi manusia dan alam yang akhirnya juga akan bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri baik akhirat dan dunianya.


MEMULAI HIDUP
Untuk bisa memaknai hidup dengan tujuan hidup, tugas dan fungsi hidupnya maka manusia harus memulainya dengan BAHASA ILLAHIAH YAITU BERUPA PERUNTUKKAN HIDUPNYA DIMULAI DENGAN UCAPAN DENGAN MENYEBUT NAMA ALLOH SWT MAKA AKU MEMULAI HIDUP SEHINGGA PELURUSAN TERHADAP TUJUAN, TUGAS DAN FUNGSI HIDUP DIBERIKAN KEPADA KITA DARI SANG PEMILIK HIDUP DAN AKHIRNYA KITA MENUTUP HIDUP JUGA DENGAN JALANNYA, AMIIN.

Kamis, 08 Juli 2010

CERITA SUKSES NABI ADAM

NABI ADAMPUN PERNAH MENGALAMI KEGAGALAN DAN AKHIRNYA SUKSES
Pada proses penciptaan manusia yang pertama Yang Maha Kuasa atas segalanya telah mengajarkan manusia bahwa manusia sudah layak untuk memperoleh kegagalan dan itu dialami oleh Nabi Adam. Pertanyaannya adalah, apakah Tuhan tidak bisa mencegah apa yang dialami Oleh Nabi Adam agar Adam tidak mempertoleh kegagalannya, dengan segala Kekuasaan – Nya Tuhan amat sangat mampu untuk melakukann _Nya dan mengapa hal itu dibiarkan, alasannya adalah Tuhan mengajarakan kepada masnusia bagaimana menyikapi kegagalantertsebut. Dan itulah yang dilaukan oleh Adan,dan pasti itu adalah sknerio Tuhan,Pertanyaan lanjutanNYA  adalah kenapa manusia sekelas Nabi Adam yang suidah dijamin kapasitaspribadinya dan ahlkanya enagalamo kegagalan ketika beliau dilarang untuk melakukan pemakanan terahadap buah larangan, jelas Afdam yerbujuk rayuan dengan Iblis, dengan apa yang dinanamakanmkemikmatan diatas kenikmatan. Iblis merasa senang bahwa dia sudah berhasil melakukan penggodaan yang berhasil, bahwa ia tidak menyadari bahwa diatas kesangat-pintarannya ada Yang Maha Pintar, yaitu Tuhan, yang mempunyai kemampuan untuk memberi maaf pada manusia, dengan rasa maaf yang dipunyai oleh manusia, seperti yang dilakukan Nabi Adam, Sang Maha Kuasa akan menempatkan manusia pada kedudukan yang mulia, yang melebihi kapasitas sang iblis, dan itu dibuktikan oleh Nabi Adam,dengan penyadarannya terhadfap rasa bersalahnya dan taubat yang benar – benar dilakukannnya, sang Adampun melenihi sang iblis. Namun dengan kepongahan dan kesombbongannya sang iblis tak mau melakukan sujud hormat ketia ia diperintahkan untuk menghormati Nabi Adam.
Makna dari semua itu adalah kegagalan memang sudah layak dialami dan dimiliki oleh manusia dan itu sudah fitrah yang memang harus dimiliki oleh manusia,masalah yang paling mendasar dari keberadaan itu adalah penyikapan dari kegagalan. Penerimaan dan penyadaran kegagalan sebagai bagian yang juga merupakan fitrah, maka manusia akan memperoleh kedudukan yang mulia yang bias dikatakan sebagai kesuksesan yang hakiki.
Maka ktika manusia menolak kegagalan yang dialami, secara hakikinya manusia telah menolak fiteahnya sebagai manusia, bias saja kita katakana bahwa kita tak ingin gagal, begitupun yang saya alami, namun ketika hal terjadi apakah, kita akan menolak, percayalah ketika kita menerima kegagalan sebagai penyadaran diri namun untuk berusaha untuk lebih baik agar tidak terjadi kegagalan guna meraih sukses, maka kita akan memeroleh kedudukan yang penuh dengan kemuliaan.Seperti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Adam.

KITA ADALAH KITA BUKAN ORANG LAIN

JADIKAN KITA SEBAGAI KITA
Banyak orang mengaktualiusasikan orang lain jadi dirinya,kalaupun dalam proses pembelajaran hal meniru adalah hal yang biasa,karena memang prosesnya salahsatunya demikian. Namun akan menjadi kebablasan,akhirnya kita nggak pernah jadi diri kita sendiri. Kenapa hal ini sering terjadi,yang paling mendasar adalah kita tak pernah meyakini pada apa yang kita miliki dan yang paling fatal adalah kita nggak pernah mau menjadi diri kita sendiri. Tuhan menciptakan keberadaan manusia dengan keunikannya ,dan ia beda dengan yang lainnya kalaupun manusia itu kembar. Dari bermilyar manusia tak ada yang sama,buktinya adalah sidik jari dan dna,dengan kata lain TUHAN mewajibkan manusia jadi dirinya sendiri dengan segala apa yang diberinya.
Apakah kita,anda mau impian anda tentang kesuksesan yang anda impikan bukan menjadi milik anda namun  jadi milik orang lain. Karena apa yang kita rasakan adalah hak kita, karena apa yang kita pikirkan itulah yang akan diwujudkan, karena apa yang kita katakan adalah nilai yang jadi bagian dari hidup kita dan apa yang kita lakukan adalah asset hari ini dan masa datang.
Jangan impian yang ada dalam diri anda dalam diri kita jadi milik orang lain dan itu hanya bisa ketika kita menjadi diri kita bukan orang lain.
Menjadikan kita sebagai diri kita maknanya adalah kita meyakini apa yang kita miliki dan itu sebagai implementasi dari rasa sykur manusia pada SANG MAHA MENCIPTA. Sehebat orang lain, nyatanya mereka bukanlah kita,







TERUS, TERUS DAN TERUS LAKUKAN

JANGAN PERNAH MENYERAH
Ketika kita punya mimpi, ide , kreasi yang selalu kita ikhtiarkan dan selalu bermunajat pada ALLOH SWT tidak serta merta orang menyetujui apa yang dilakukan, dan sudah banyak contohnya dari cerita sukses orang - orang yang melakukan itu, bahkan dilecehkan, dihina, dianggap bahwa ide kita mustahil bisa dilaksanakan, diaplikasikan, dibumikan dalam dunia nyata, itulah sebuah realita yang dihadapi dengan kebajikan yang merujuk pada kebijakan, dan itu indahnya bagaimana kita menyikapi, karena salahsatu cita rasa sukses adalah kemampuan bertahan dalam kondisi apapun ( survival  defence of character ) dengan terus berinspirasi yang tetntunya dengan tiga prasyarat utama, NIAT, CARA DAN TUJUAN YANG BENAR, TEPAT DAN PAS SESUAI DENGAN KALAM ILLAHIAH. Dengan demikian kita bisa terus,terus dan terus berkarya dengan salah satu medianya menulis agar kawan,teman dan sahabat kita mengenal,  yang terpenting jangan sampai patah arang, patah semangat dan JANGAN MENYERAH, KARENA ALLOH MENGATAKAN BAHWA IA TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB SUATU KAMU ( MANUSIA ) KALAU IA TIDAK MAU MENGUBAHNYA ( QS. 13:11).
Adanya Kalam Illahiah yang ada, menunjukkan bahwa manusia harus terus berikhtiar, berupaya dan berupaya untuk melakukan apa yang diimpikannya sehingga menjadi nyata untuk kesejahteraan manusia dan alam denagan amalul yakin bahwa ALLOH AKAN MEREALISASIKAN HARAPAN  KITA SEBAGAI MANUSIA KARENA HANYA ALLOH YANG BISA MEREALISASIKAN KESEMUA ITU.

WAKTU YANG TEPAT
Ketika, kita mencoba untuk mengaplikasikan apa yang ada dalam kreasi kita, sering  kita berharap semoga hal itu cepat direalisasikan  ALLOH untuk menjadi nyata, pada kenyataannya ALLOH MEMBERI WAKTU YANG BENAR DAN PAS SERTA TEPAT BERDASARKAN KETERBAIKAN DAN KETERMANFAATAN ALLOH BAGI KITA YANG PASTI BAIK DN BERMANFAAT BAGI KITA, KELUARGA, MASYARAKAT, ALAM SERTA BANGSA DAN NEGARA. Namun kita sering  tidak sabar untuk menanti hal itu, pada kenyataannnya ALLOH MENGATAKAN BAHWA "SABARLAH KAMU DALAM KESABARAN AGAR DAPAT KEJAYAAN...... ( QS,3:200 ), dengan maksdu bahwa KESABARAN DALAM KESABARAN LEBIH BAIK DARI YANG TERBAIK DALAM MENANTI HARAPAN KITA UNTUK DIWUJUDKAN ALLOH, AMIIIN.

Selasa, 06 Juli 2010

MENGAKSES SEBUAH PENCARIAN


APAKAH YANG DICARI DALAM HIDUP
Melanjutkan tulisan saya, bangun dari tidur,setelah bangun dari tidur, apa yang dicari dalam hidup, ketika tidak tahu apa yang dicari dalam hidup, celakalah kita karena kita tidak tahu tujuan hidup, tugas hidup dan fungsi hidup.Kalaupun kita tidak tahun namun tak tahu ilmunya untuk mengamalkannya kitapun tetap celaka, jadi yang benar dan tepat untuk mengaksesnya adalah kita tahu ilmunya untuk mencari tujuan hidup, tugas dan fungsi hidup serta mengamalkannya dengan ikhlas dan mampu mempertahankannya sampai batas akhir hidup kita.
Hidup adalah rangkaian peristiwa, dari yang bahagia sampai yang lara, dari yang sukses sampai yang gagal, dari sehat sampai yang sakit, itulah hidup penuh dengan pernak pernik. Apa yang sebenarnya menjadi tujuanhidup manusia, tujuan hidup manusia adalah mencari RIDLO ALLOH SEMATA, dan apa tugas hidup manusia, TUGAS HIDUP MANUSIA ADALAH MENJALAN IBADAH SESUAI DENGAN TUNTUNAN ALLOH , sedangkan fungsi hidup manusia INI MENKAI ALAM SEMESTA RAHMATIN LILALAMIN TERMASUK MANUSIA DIDALAMNYA .
Dengan adannya kejelasan tujuan,tugas dan fungsi hidup maka manusia akan tahu bagaimana nmenata hidupnya dari niatnya untuk hidup, cara menjalankan hidupnya dan tujuan dari hidup yang sebenarnya.

PENCARIAN SEBUAH AKSES RIZKI
MAN JADDA WA JADDA, kau akan dapatkan apa yang kau cari, ITULAH YANG SAYA LAKUKAN, KALAUPUN HARUS BERTAHAN DALAM KEADAAN SURVIVAL DEFENCE CHARACTER ( kemampuan bertahan dalam keadaan apapun ), YANG TENTUNYA TIDAK TERLEPAS DARI TUJUAN,TUGAS DAN GUNGSI HIDUP, NAMUN SAYA AMALUL YAKIN DAPAT MEMPEROELHNYA KARENA SEMUA TUJUAN YANG SAYA LAKUKAN DIJANANNYA ( PEMBENARAN DIRI HE HE HE ), TIDAK SULIT NAMUN TIDAK MUDAH SEMUA TERGANTUNG PERSEPSI YANG ADA DALAM DIRI SAYA WALAUPUN JALAN BERLIKU, DENGAN SEGENAP DOA SAYA LAKUKAN DAN SAYA AMALUL YAKIN MENDAPATKANNYA KARENA BERKAH DARI ALLOH SWT., SEHINGGA MEMBAWQA KEMANFAATAN AKHIRAT DAN DUNIA, UNTUK ORANG TUA SAYA, KELUARGA, MASYARAKAT DAN BANGSA YANG SAYA CINTAI INDONESIA.INSYA ALLOH, AMIIIN.

Sabtu, 03 Juli 2010

BANGUNNYA SANG INSPIRATOR

SUDAH LAMA TERTIDUR
Rupanya, sudah lama saya  tertidur. Seperti layaknya orang tidur, saya tidak tahu perkembangan dunia, dan pekerjaan saya yang saya kerjakan sebelum saya tertidur nampaknya juga terbengkalai, begitu banyak kesempatan yang terbuang percuma yang tidak saya dapatkan, ketika terbangun, Oh inikah wajah dunia, rupanya sudah begitu maju, sampai tertinggal saya. Saat ini, apa yang bisa saya kerjakan???!!!, apakah kerjaan saya yang sebelumnya masih bisa diakses untuk memperoleh kemajuan ???!!!.
Sebuah pertanyaan besar, yang harus segera dijawab, bisakah saya lanjutkan kerjaan saya untuk mengakses, bukan masa depan saya namun masa depan Indonesia, sebelum itu terjawab saya harus bertanya dulu, kenapa saya tertidur begitu  lama, apa sebabnya???. Oh, Rasa lelah dalam penantian yang begitu panjang, yang akhirnya saya terantuk - antuk dalam lelah sehingga lelap dalam tidur,begitu lama saya tertidur, saya berpendapat tidak apa - apa saya tertidur karena saya tertidur dalam damai menunggu sebuah janji, dan saya tidur dalam rasa sabar ( ha ha ha sebuah pengakuan untuk membela diri ), dan semoga seperti itu.
Ketika terbangun, pertanyaan saya kenapa saya terbangun???!!!,rupanya bukan raga saya saja yang terbangun, namun jiwa saya, inspirasi yang ada dalam alam bawah sadar terimpulsi sehingga saya bangun dengan makna "INILAH SAATNYA SAYA BANGUN DAN MELANJUTKAN KERJA YANG TERTUNDA"

SUDAH SAATNYA SAYA BANGUN DAN MEMBANGUN
Orang yang tertidur bisa juga tersadar dari bangunnya karena gerak impulsi, dan itulah yang membuat saya terbangun, semoga saja saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kesadaran saya dan meluncurkan karya - karya saya demi bangsa dan negara yang merujuk pada penciptaan dan perkembangan kesejahteraan dengan program - program yang saya miliki dan tentunya kesemua ini harus ijin dan ridlo ALLOH SEMATA SEHINGGA SEMUA PROGRAM ITU BERJALAN DAN SAYA MEYAKINI ITU KARENA APA YANG ADA DALAM NIAT, CARA DAN TUJUANNYA SEMUANYA KARENA ALLOH, SEMOGA BERJALAN DENGAN LANCAR DAN SUKSES, AMIIIIIN.

Kamis, 01 Juli 2010

MEMBANGUN DAN MENCIPTAKAN MIMPI



MEMBANGUN MIMPI

Kenapa kita harus BERANI BERMIMPI, karena dengan mimpi kita punya harapan dan harapan itulah yang akan mampu memberi motivasi dalam diri setiap manusia, pada dasarnya semua manusia mengharapkan apa yang diharapankannya,yang dibangun dari mimpinya dapat diwujudkan dalam dunia nyata.
Kemampuan manusia dimulai dari kemauan yang dimilikinya,karena kemauan yang memberikan motivasi pada seseorang,dengan keberadaan motivasi yang dimilikinya seseorang mempunyai energi.Bukankah hidup manusia dimulai dengan apa yang namanya energi,yang mempunyai MAHA ENERGI,YAITU TUHAN YANG MAHA KUASA menghidupkan manusia juga dimulai dengan energi – Nya, maka sumber energi manusia ada dan terletak didalam hatinya dan itu namanya MOTIVASI.
Bayangkan,ketika manusia tak memiliki energi,berarti ia mengingkari anugerah yang diberikan Tuhan, dan salah satu yang memberi akses energi adalah mimpi,maka dengan membangun mimpi kita telah memotifisir diri untuk mempunyai kemauan. Memang banyak orang akan mengatakan,buat apa harus bermimpi ?, sedangkan dunia nyata saja sudah susah,apalagi mimpi,karena mimpi adalah dunia maya, yang tak akan mampu mengaksesnya menjadi nyata. Kita tentu bersepakat ( kalau tidak. juga tidak apa – apa,toh kita boleh berbeda pemahaman bukan ? ),bahwa manusia bertahan hidup karena memiliki harapan, dan yang mewujudkan harapan itu adalah Yang Maha Kuasa, maka PEMBANGUNAN MIMPI kita juga harus disesuaikan dengan nilai – nilai yang dimiliki oleh KETENTUAN YANG SUDAH  DIGARISKAN TUHAN.



MENCIPTAKAN MIMPI
Banyak manusia sudah berani bermimpi, bahkan membangun mimpi seperti halnya saya tulis dalam bagian yang sebelumnya.Keberanian orang bermimpi saja sudah luar biasa terlebih ketika ia mampu mewujudkannya, tambah luar biasa, dan memang manusia luar biasa, seperti sandangan gelanya yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai KHALIFAH.
Mimpi, berdasarkan para pakar merupakan kerjaan bawah sadar manusiam yang sering bekerja secara impulsive,dengan impiannya manusia terakumulasi untuk membentuk sebuah sikap mendayakan mimpinya menjadi harapan yang dapat 
diwujudkan. Dengan mimpi, manusia telah terinspirasi untuk mewujudkannya dengan daya upayanya agar benar – benar dapat menjadi nyata.Mimpi, adalah motivasi, mimpi adalah energy yang memberi semangat manusia untuk bekerja keras dengan cara yang cerdas untuk mewujudkannya.
Membangun mimpi dengan keberaniannya manusia telah menunjukkan bahwa ia beda dengan mahluk yang lainnya, dimana perbedaannya dengan mahluk yang lainnya, karena manusia mempunyai akal yang tidak dimiliki oleh mahluk lainnya, ketika manusia dengan perbedaannya sudah menunjukkan keberaniannya dengan bermimpi, pertanyaan lanjutannya adalah, apakah manusia mampu mempunyai kemampuan untuk menciptakan mimpi, bukan hanya sekedar berani bermimpi dan membangun mimpi namun menciptakan mimpi???. Kelihatannya bombastis, orang berani menciptakan mimpi, sekedar bermimpi saja banyak orang tak mau atau tak berani apalagi untuk menciptakan mimpi, dimana bedanya berani bermimpi dengan menciptakan mimpi ?, apa memang ada bedanya???.
Penciptaan mimpi yang dilakukan oleh manusia sebenarnya tidak terlepas dari BAHASA ILAHIAH YANG TELAH DIKALAMKANNYA ,:
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain DIA( QS,13:11)
Dengan dasar ini, yaitu sikap AMALUL YAKIN BAHWA MANUSIA BERANI MENCIPTAKAN MIMPI SEPANJANG SESUAI DENGAN BAHASA TUHAN DAN ITU TERWUJUD SEPANJANG MANUSIA MEYAKININYA, BUKAN ALLOH MENGIKUTI PRASANGKA HAMBA-HAMBANYA TERMASUK MENCIPTAKAN MIMPI.



Rabu, 30 Juni 2010

CITA RASA SUKSES

POSITIF HATI
Banyak orang menulis bahwa kita harus berpikir positif, hal ini benar, namun belum tepat, karena seberapa kita berpikir positif tergantung pada suasana  hati, karena rasakan sebelum berpikir adalah bahasa TUHAN , maka kita harus merujuk bahasa tersebut,pada sisi lain seseorang tidak akan berpikir positif ketika hatinya tidak ada kemapan, dengan kemapanan hati maka seseorang akan berpikir positif dengan mengkomunikasikan sesuatunya dengan cara yang hikmah dan bijaksana, yang akhirnya membentuk prilaku YANG AKHLAKUL KHARIMAH, dengan demikian kemapanan hati melahirkan kemapanan dalam berpikir, berkomunikasi dan berprilaku. HATI, merupakan tempat bersemayannya ruh, dengan dimikian hati merupakan pintu masuk bagi  akses kebenaran dan kebaikan yang sumbernya adalah BAHASA ILAHIAH.KELEMBUTAN HATI, hanya didapat dengan RAHMAT ALLOH YANG MEMBENTU KELEMBUTAN HATI YANG ADA DALAM DIRI MANUSIA, SEHINGGA AKAN BANYAK TEMAN DAN SAHABAT YANG MENDEKAT PADA KITA SEBAGAI AKSES SILATURAHMI YANG DIJALANKAN OLEH MANUSIA, DENGAN CARA INI MANUSIA JUGA BISA MELAKUKAN MUSYAWARAH UNTUK MENCAPAI MUFAKAT KALAUPUN DIDALAMNYA, ADA PERBEDAAN PENDAPAT DENGAN BAHASA KITA SEPAKAT UNTUK BERBEDA PENDAPAT TANPA MENIMBULKAN RASA SALING SAKIT HATI.

KEMAMPUAN BERTAHAN DALAM OPTIMISME
Hidup, merupakan rangkaian peristiwasusah dan senang silih berganti, sukses dan gagal mewarnai hidup manusia, biasanya orang mampu bertahan ketika dalam kesuksesan, kekayaan, kecukupan, namun manusia tidak mampu bertahan dalam ketidak-berdayaan, kekurangan dan kegagalan. Kemampuan bertahan yang dimiliki oleh manusia merupakan bagian tak terpisahkan dalam menghadapi pernak pernik kehidupan terlebih dalam kesulitan dan kegagalan, karena dengan kemampuan bertahan dalam berbagai masalah yang timbul dengan rasa optimisme yang positif merupakan energi yang super mumpuni untuk menjalani hidp lebih baik dan lebih baik, sehingga sukses tidak hanya sebagai cita rasa namun teraih, dan sejarah sudah membuktikan hal itu, maka kita harus mempunyai sikap itu agar sukses yang kita dapat sebagai perjuangan dqalam kehidupan.
SEMANGAT DALAM HARAPAN
Kemampuan bertahan yang dimiliki oleh manusia dasarnya adalah harapan, bahwa esok akan lebih baik, hanya soal waktu, dan itu membutuhkan kesabaran dalam kesabaran, dan itu hanya bisa dipertahankan ketika kita tetap,tetap dan tetap semangat, karena semangat manusialah yang dilihat oleh TUHAN untuk merubah nasibnya lebih baik, karena Tuhan tidak akan merubah nasib manusia ketika ia sendiri tak mau merubahnya. Sifat semangat harus tetap mengawal setiap apa yang kita lakukan, karena semangat merupakan darah segar dalam setiap apa yang kita lakukan sehingga kita akan tetap mampu bertahan untuk meraih sukses, untuk mempertahankan hal itu memang sulit, namun juga tidak mudah, karena semuanya tergantung pada pola kita untuk menyikapinya baik secara kemapanan hati,pikir, tutur dan prilaku, ketika memahami dan menyikapi dengan benar dan pas, maka sukses merupakan hak sejati kita sebagai manusia.

DOA PENGUAT MANUSIA
Sehebat manusia untuk melakukan upaya,kerja keras serta usaha tak akan pernah memperoleh hasilnya tanpa ada DOA YANG JUGA MERUPAKAN IKHTIAR UNTUK MEWUJUDKAN USAHA YANG DILAKUKAN MANUSIA, KARENA PEMENUHAN HARAPAN MANUSIA HANYA ADA DITANGAN TUHAN, DOA adalah semangat, energi, dan kekuatan yang mengiringi upaya yang dilakukan manusia sehingga usaha dan doa, bagai dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, keduanya harus dilakukan secara bersamaan untuk memperoleh KEMAPANAN HATI,PIKIR, TUTUR DAN PRILAKU SERTA KEMAMPUAN BERTAHAN DAN KESUKSESAN SEJATI YANG BERUPA KESUKSESAN AKHIRAT DAN DUNIA. AMIIIIN.

MEMAKNAI HIDUP

HIDUP YANG SESUNGGUHNYA
Manusia, dan tentunya saya termasuk didalamnya sering mengapresiakan hidup adalah dalam bentuk keduniaan semata, maka ia selalu berpikir dan bertindak terhadap apa yang sudah dikeluarkannya tanpa berpikir dan  bertindak terhadap apa yang didapatkannya. Pada kenyataannya apa yang sudah didapatkannya sudah terlalu, terlalu dan terlalu banyak, yang tak mungkin dapat dihitung dengan mesin secanggih apapun, namun saya sering melupakan itu, sehingga ketika ada masalah sedikit saja mengeluh, ketika kita bisa memaknai hidupnya yang sesungguhnya yang kekal abadi, maka aplikasi kehidupan kita akan penuh dengan makna karena didasari pada tujuan hidup yaitu mencari RIDLO ALLOH SEMATA, TUGAS HIDUP BERIBADAH PADANYA, FUNGSI HIDUP MENJADIKAN ALAM INI PENUH DENGAN RAHMATAN LIL ALAMIN.
Sukses dan gagal adalah perjalanan yang selalu dihadapi oleh manusia karena hal itu merupakan keniscayaan yang ada dan pasti terlami oleh manusia, pada kenyataannya manusia mau selalu sukses, tanpa dapat menerima sebuah kegagalan , kenyataannyang sesungguhnya kegagalan adalah aplikasi kita sebagai manusia yang manusiawi sebagai pembekalan dalam hidup yang sesungguhnya.

DUNIA TEMPAT MENANAM
Guna memperoleh hidup yang sesungguhnya, maka kita harus mengapresiakan dunia sebagai tempat untuk menanam, sehingga hasilnya diperoleh ketika hidup yang sesungguhnya yaitu alam akhirat, dan ini tidak bisa dibentuk dengan kesendirian namun harus dilakukan secara bersama - sama, karena kesempurnaan manusia ketika ia ada dalam sebuah komunitas , yang mau dan mampu untuk saling berbagi dalam kebenaran yang dilakukan secara sabar dengan saling mengingatkan dalam BAHASA ILAHIAH. Semoga kita selalu mengungatkan sehingga memperoleh kehidupan yang sesungguhnya , INSYA ALLOH, AMIIIN.

Jumat, 25 Juni 2010

AYO KITA RAIH SUKSES, KALAUPUN DIMULAI DENGAN KEGAGALAN

Penulisan ini, bukan hanya untuk memotivasi saya untuk bangkit,bangkit dan bangkit guna memperoleh kesuksesan, namun juga memberi semangat dan motivasi kepada pembaca dan kawan – kawan bahwa gagal dalam kehidupan bukan berarti kiamat, tetapi itulah cikal bakal dan bekal semangat untuk meraih sukses. Buat orang yang “GAGAL”, dan akhirnya “GAGAL” selalu mengartikan “GAGAL “sebagai :
G          :  Gelapnya harapan, asa dan kemauan.
A          : Akhir dari segala kehidupan
G          : Guncang hatinya, sehingga tidak punya motivasi untuk bangkit, tegak 
           dan maju.
A          : amblasnya segala nilai – nilai Kasih, Sayang dan Cinta Tuhan kepada
            manusia 
              sehingga berada dalam keputus asaan
L          : lemah,letih dan lesu saehingga tidak memandang hidup ini penuh
             harapan.
Sedangkan bagi orang yang “GAGAL “ yang mampu  meraih “SUKSES” selalu mengartikan “GAGAL” sebagai :
G          : gunakan kegagalan sebagai taubat yang sebenar-benarnya taubat untuk
            meraih yang lebih baik, karena Tuhan menerima taubat setiap insan-Nya 
            yang punya kemauan untuk bertaubat dan berusaha untuk meraih
             sukses dan akhirat.
A          : aktifkan motivasi untuik bangkit,bangkit dan bangkit untuk menuju
            kehidupan   yang lebih cerah dan bahagia.
G          : gerakkan pikiran untuk memandang semua yang dialami dan teralami
             sebagai sesuatu yang positif.
A          : aktualisasikan semua potensi diri, apakah motivasi,mental,moral,
            mantapnya  kemauan untuk mandiri dan menyebarkan manfaat dalam
            kehidupan.
L          : luaskan hati, pikiran, tutur kata dan prilaku dengan niat, cara dan tujuan
             yang benar dan tepat guna meraih sukses.
Sudah menjadi kebiasaan manusia mengartikan,mendefinisikan,memaknai
sebuah pengalaman dalam hidupnya dipengaruhi oleh, apa yang dinamakan “ POWER OF WORD “ , kekuatan “MAKNA KATA”, sehingga manusia mempunyai prasangka, persepsi,asumsi bahkan kesimpulan terhadap suatu kejadian. Tuhanpun mengikuti prasangka hamba-hambanya, kalau manusia mempersepsikan,mengasumsikan bahkan membuat kesimpulan yang dijadikan sebagai kesimpulan terhadap kejadian yang dialaminya, itulah yang akan terjadi. Seperti apa yang telah saya ungkapkan terhadap perbedaan kata “GAGAL”, bagi orang yang akhirnya mengalami kegagalan,karena mengartikan kegagalan adalah kegagalan , dan bagi orang yang  mengartikan kata “GAGAL’,  sebagai kunci “SUKSES”.Karena orang tersebut.

Selasa, 22 Juni 2010

KETIKA

KUTAK MAU KECEWAKANMU
Kebahagiaan orang tua, ketika ia mampu memenuhi kemuan anak - anaknya untuk menuntut ilmu sampai jenjang yang paling tinggi, sepahit apapun usaha yang dilakukannya untuk memenuhi hal itu  agar kemauan anak - anaknya tercapai. Karena memang itu sudah menjadi kewajiban yang hakiki dari peran orang tua kepada anak - anaknya, upaya dan usaha keras dilakukannya agar harapan sang anak tercapai, dan doa yang selalu,selalu dan selalu agar apa yang diharapkan sang anak tercapai, dan tak ada alasan untuk tidak melakukan hal itu. Dan itu menempuh hal itu memang perlu dilakukan dengan cara yang SABAR ( Serahkan upaya dan usaha  kita pada Alloh semata, Aktualisasikan terus hati,pikiran,tutur kata dan prilaku dalam sinergi sabar dan sholat, Bersedekah dengan dana, pikiran,tenaga dan doa, Arahkan pikiran pada hal – hal yang positif sepahit apapun kejadian yang ada. Ramahkan hati,pikiran,tuturkata dan prilaku dengan senyum ), karena dengan kesabaranlah semua itu bisa ditempuh, dengan demikian harapan sang anak dan harapan sang orang tua terwujud, pada sisi lain hal itu adalah makna yang sesungguhnya dari perhubungan anak dan orang tua sebagai mutual respect of benefit karena ilmu mengajarkan Indahnya hidup ketika kita mau dan mampu untuk berbagi, dalam ilmu yang mencerahkan pikiran, dalam iman yang menentramkan jiwa, dalam doa yang menyatukan hati, dalam amal yang merekatkan silaturahmi, dalam majelis yang saling menjaga.


Dan, satu hal yang pasti , sungguh, sebagai orang tua,sudah pasti,pasti dan pasti tidak mau mengecewakan harapan anak - anaknya, terlebih sekedar janji,janji dan janji. Begitupun AKU NAK ,HANYA SOAL WAKTU


Kau adalah asaku direntangan waktu kedepan
Kau adalah Cahya, seperti nama Bundamu yang melekat didarahmu
Kau adalah gemintang Cahya doa dihadapan SANG KHALIK
Kau adalah ilmu yang kutorehkan kata demi kata bagai benderang semesta
Agar kau menjadi anak yang kuat dipijakan gemuruhnya badai kehidupan
Agar kau menjadi anak yang bijak karena kebajikan
Agar kau menjadikan ISLAM SEBAGAI PENERANG AKHIRAT DAN DUNIAMU
Janganlah duka karena lara
Janganlah kau tanamkan dengki dihatimu
Janganlah KAU BERPALING DARI SANG KHALIK
SANG MAHA JADIKANLAH NAFASMU DALAM SETIAP HELAAN DARAHMU
KUATKANLAH JIWAMU
LURUSKANLAH PIKIRMU
LUASKANLAH HATIMU
LETAKKAN ASA,HARAPMU DAN TUJUAN HANYA SANG KHALIK SEMATA














MENYIKAPI KEGAGALAN

BELAJAR DARI KEGAGALAN
Apa, yang terjadi setelah kegagalan dialami oleh Nabi Adam, dia menyadari kegagalan adalah kesalahannya dan sujud untuk bertaubat, dan akhirnya kesuksesan dapat diraihnya sebagai bahan pembelajaran sejarah manusia.
Penyadaran terhadap langkah yang dibuat sehingga terjadi kegagalan adalah langkah yang pertama dan utama seperti yang dilakukan oleh NabiAdam, sehingga beliau memperoleh kesuksesan .
Riwayat Sang Nabi, yang merupakan manusia pertama ciptaan Yang Maha Kuasa, adalah sebuah contoh nyata dari proses bagaimana kegagalan itu terjadi,dan bagaimana menyikapi kegagalan itu, yang sampai akhirnya memunculkan kesuksesan.
Gagal adalah peristiwa yang sudah diriwayatkan sejaka manusia pertama diciptakanoleh Tuhan,.. dengan adanya riwayat tersebut manusia dapat memperoleh pembelajaran, “ bahwa gagal adalah kejadian yang memang harus dialami oleh manusia, dan Tuhan hanya meminta bagaimana manusia menyikapi kegagalan sebagaimana layaknya Nabi Adam bersikap, karena kesuksesan adalah hak setiap manusia ketika manusia tahu caranya untuk menyikapi kegagalan seperti kesuksesan yang dialami oleh Nabi Adam”.
KEGAGALAN YANG MEMANG HARUS TERJADI
Bukan maksud saya untuk melakukan pembenaran bahwa kegagalan yang saya alami adalah  pembenaran terhadap apa yang terjadi pada saya. Saya berharap apa yang terjadi pada saya , hanya terjadi pada saya, tapi pada kenyataannya kegagalan memang harus terjadi pada setiaap manusia, walaupun bentuknya lain dari apa yang terjadi dan saya alami.
Kegagalan bisa dikatakan sebagai nasib, ketika manusia menyadari bahwa manusia memang harus mengalami kegagalan dan menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari hidup manusia. Penyikapan terhadap kegagalan yang dialami oleh manusia, dengan penyadaran bahwa itu kesalahan yang dilakukannya oleh dirinya sendiri dan tak melibatkan orang lain adalah sikap yang harus menjadi makna dari kegagalan menuju kesuksesan.Ketika manusia tidak mau mengalami kegagalan dan melakukan penyangkalan terhadap kegagalan, maknanya adalah manusia melupakan fitrahnya sebagai manusia. Seperti layaknya siang dan malam, beguitupuin kefagalan dan kesuksesan yang selalu silih berganti. Dengan adanya penyadaran bahwa kegagalan ada dalam diri manusia,maka kegagalan adalah nasib yang dapat dirubah, pada sisi lain Tuhan berkata tentang nasib manusia yang dapat dirubah “ Dan AKU tak akan merubah nasib satu kaum sepanjang kaum itu tak mau merubahnya “
Adanya kegagalan yang dialami oleh manusia, dimaksudkan manusia untuk berubah,karena pada sisi lain ada Ucapan manusia bijak “ kalau hidup hari ini sama dengan yang lalu, maka rugilah manusia,kalau hidup yang akan dating sama dengan hari ini maka berlipatlah kerugian yang dialami oleh manusia “. Perubahan harus dilakukan, yang terpenting adalah peruabahan hati, yang pada akhirnya mampu merubah pola pikIr yang merujuk pada petubahan prilaku. Dengan memaknai perubahan yang dialami oleh Nabi Adam dalam menyikapi kegagalan yang berujung pada kesuksesan pada intinya, dimulai dari perubahan hati yang menghujan dalam nuraninya, yang pada akhirnya merubah pola pikIr ( mindset ), dan perubahan hati dan pola pikIr akhirnya membentuk perubahan pola prilaku.

Sabtu, 19 Juni 2010

INTELETUALISASI DIRI



Intelektual Adalah kemampuan mengolah sesuatu dengan menggunakan akal –pikir dengan dasar – dasar ilmu pengetahuan. Sedangkan intelektualisasi adalah cara yang digunakan dengan pemahaman yang lebih dalam dengan dasar ilmu pengetahuan
Pada tahap intelektual, manusia memahami dan mengerti pada dasar – dasar yang lebih konvensional berdasarkan pada ilmu pengetahuan ansich,sedangkan pada intelektualisasi penggunaan akal pikir lebih didasarkan pada perluasan pencerahan yang dilakukan oleh akal pikir dengan cara – cara yang lebih aktual.
Rounded Rectangle: HIDUPRounded Rectangle: INTELEKTUALISASI

 Inteletualisasi batin dengan pengolahan akal batin dengan dasar ilmu pengetahuan juga merujuk pada ilmu pengetahuan yang dasarnya adalah agama,dengan demikian inteletualisasi batin koridornya adalah agama dengan aktualisasinya adalah ilmu pengetahuan. Dengan adanya intelektualiasi batin  akan melahirkan energi yang didalamnya tersimpan kemauan, kemampuan dan kemantapan yang akhirnya melahirkan kemandiirian yang merupakan titik awal lahirnya kesuksesan. Mengolah dan memanfaatkan akal merupakan hal yang sangat vital,namun pengelolaan akal yang mana yang mampu memberikan sinergi yang benar – benar mumpuni dan jitu sehingga melahirkan keberhasilan yang memberi kemanfaatan dan kesejahteraan yang tidk hanya untuk diri sendiri namun juga untuk manusia yang lain terlebih untuk alam semesta dan memberi nilai – nilai bagi nilai – nilai Ketuhanan.. Pada sebagian besar manusia penggunaan,pengolahan dan pemanfaatan akal selalu diartikan sebagai fungsionalisasi otak. Dalam pengertian ini, funghsionalisasi akal tidak merujuk pada hal tersebut namun lebih khusus lagi, yaitu akal hati,akal pikir, akal tutur dan akal prilaku. Perbedaan yang paling mendasar antara akal pikir dan akal otak adalah niat,cara dan tujuan keduanya. Pada akal pikir niat, cara dan tujuan selalu dirujukan pada nilai – nilai yang universal yaitu nilai – nilai Ketuhanan dan kemanusiaan, sehingga melahirkan,menciptakan dan mengembangkan kesejahteraan bagi manusia dan alam semesta. Pada akal otak niat,cara dan tujuan lebih banyak ditentukan pada kesenangan bagi yang melakukan dan melaksanakan,apakah hal itu menimbulkan kesejahteraan atau tidak,tidak menjadi masalah yang penting dirinya senang.
Perbedaaan yang paling mendasar antara manusia dengan mahluk yang lainnya adalah intelektualitas yang dimiliki oleh manusia. Sedangkan yang lainnya tidak memiliki.Perbedaan inilah yang membedakan  pula antara prilaku manusia dengan yang lainnya. Pengertian  “bacalah” merupakan implementasi dari intelektualisasi dari manusia, dengan adanya implementasi ini,maka manusia harus mampu memberi makna kegagalan sebagai sebuah proses pembelajaran guna menghasilkan kesuksesan.

Akal Hati  Sebagai Refleksi Kekuatan
Akal hati adalah kemampuan untuk mengolah sesuatu berdasarkan hati, yang-mana hati tersebut berdasarkan nurani yang merupakan segala kemauan luhur, yang nilai-nilainya berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan Yang Amat Sangat Luhur. Dengan akal hati segala kejadian selalu dikembalikan kepada Kalam Ilahi, yang mana dalam kalam itu disebutkan bahwa manusia akan diuji dengan segala kekurangan, baik yang bersifat pisik maupun psikis. Kenapa hal tersebut diperlakukan sebagai kejadian yang harus dialami oleh manusia, pada sisi Tuhan hal tersebut sebagai ujian apakah manusia sebagai insan-Nya.




Sedangkan pada sisi manusia ,hal itu sebagai pembuktian apakah manusia mempunyai kemamuan yang melahirkan kemampuan untuk merubah nasibnya yang sudah diberikan sebagai anugerah dari Tuhan. Kemauan dan kemampuan yang dimiliki manusia sebagai anugerah adalah energi yang harus difungsikan secara maksimal dengan segala upaya dan usaha yang tak kenal lelah. Karena siapa yang berusaha dan berupaya keras untuk mencari jalan yang selalu berharap dengan Ridlo, dijanjikan oleh Tuhan,pasti,pasti dan pasti menemui jalan itu. Begitupan dalam merubah jalan kegagalan dan kekalahan menjadi kesuksesan dan kemenangan.
Keyakinan bersemayan diakal hati, dan segala hal yang menyangkut kredo keyakinan harus dimulai dari hati, baru bagaimana cara untuk mencari jalan untuk mewujudkan kesuksesan menggunakan akal pikir. Kemurnian bahasa hati adalah bahasa yang hakiki yang merupakan nilai – nilai pencerahan yang harus diyakini itu adalah milik kita, kalau kita tidak meyakini hal itu, bagaimana kita mempunyai kemauan dan kemampuan untuk merubah apa yang ada dalam perjalanan kehidupan manusia.