INSPIRASI AWAL

Banyak orang menulis bahwa kita harus berpikir positif, hal ini benar, namun belum tepat, karena seberapa kita berpikir positif tergantung pada suasana hati, karena rasakan sebelum berpikir adalah bahasa TUHAN , maka kita harus merujuk bahasa tersebut,pada sisi lain seseorang tidak akan berpikir positif ketika hatinya tidak ada kemapan, dengan kemapanan hati maka seseorang akan berpikir positif dengan mengkomunikasikan sesuatunya dengan cara yang hikmah dan bijaksana, salahsatunya dengan cara menulis,
Tampilkan postingan dengan label AWALUDDIN MADJID INSPIRASI MENULIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AWALUDDIN MADJID INSPIRASI MENULIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

Trik Mempublikasikan Tulisan dalam Bentuk CD/DVD

Biaya cetak untuk menulis buku cukup mahal, dan biasanya minimal  cetak harus seribu,  sementara bagi para penulis pemula ( seperti saya ) mau bukunya  dibaca oleh khalayak, kalaupun rata - rata penulis mempunyai blog atau websitenya sendiri untuk menampung kreasi kegemaran menulisnya, ini memang efektif ketika sang penulis sudah punya nama, bahkan bisa dijadikan media iklan ketika pengunjung blog dan websitenya cukup banyak. Dengan desain dan website yang bagus.
Untuk keperluan tersebut, maka kami RUMAH USAHA INDONESIA AKAN  melakukan SADAR ( SILATURAHMI DARAT ) untuk melakukan penerbitan buku secara cetak untuk mengkoleksi tulisan para Kompasiner yang tentunya bisa dicetak sendiri atau bekerjsama dengan penerbit, biasanya penerbit - penerbit buku mau melakukan kerjasama untuk pencetakan didasarkan pada kriteria - kriteria baku, siapa yang menulis, thema tulisan dan segmentasi pasar dan hal - hal lain yang mana setiap penerbit mempunyai kebijakan masing - masing.
Untuk penulis pemula seperti saya, agak sulit untuk menarik minat para penerbit, maka salah satu cara adalah mencetak dalam bentuk CD/DVD di mana harga CD/DVD dan desain yang ada  totalnya hanya mencapai 4.500 rupiah, sementara untuk jenis cetakan ongkos produksinya untuk 1000 ex sekitar 15.000 s/d 20.000.Pencetakan dalam bentuk CD/DVD tidak perlu dicetak dalam jumlah ribuan, sesuaikan dengan kebutuhan dan untuk kapasitas isi tentunya lebih banyak dari cetakan.
Bagaimana caranya untuk mempubilkasikan tulisan para Mitra, baik secara individual maupun kelompok :
1. pilih judul tulisan dan isi tulisan,
2. publikasikan melalui FB , Blog , Twitter dan jejaring sosial lainnya secara berkala,
3. publikasi bisa juga dilakukan dengan bekerjasama  dengan cafe - cafe, caranya adalah pilih mall - mall yang ramai yang mudah di jangkau , namun pilih cafe yang tidak begitu ramai pengunjungnya pada jam padat pengunjunganya, fungsinya adalah untuk posisi tawar dalam pemberian discount, dimana pemberian discount tersebut sebagai barter harga ketika tulisan dalam bentuk CD/DVD mau dibagikan gratis atau keuntungan bagi penulisnya. Untuk cafe - cafe yang terkenal, maka pemilihan jam dan hari bisa dijadikan rujukan posisi tawar, biasanya pada jam 2 s/d jam 4 cafe akan sepi pengunjung, yang penting bukan hari Sabtu dan Minggu, dan ini juga sebagai alternatif. Atau bisa juga pilih tempat lainnya, yang penting mudah untuk dijangkau.
4. Untuk mencari sponsor bagi tulisan yang akan dicetak dalam bentuk CD/DVD,  dalam acara Launching tersebut sponsor diundang, kalau bisa agar sponsor apresiatif maka jumlah peserta dalam acara tersebut diperbanyak jumlahnya ( kalau bisa dibagikan secara gratis sehingga pesertanya bisa banyak, kompensasinya seperti yang sudah saya tuliskan diatas )
5. Bentuk FB, BLOG, Twitter atau jejaring sosial yang sifatnya khusus sebagai  media interaktif antara penulis dan pembacanya, ketika media interaktif tersebut berjalan maka iklan juga akan banyak masuk dan ini merupakan bonus tersendiri.
Saya juga mau melakukan hal ini pada Tanggal 5 November 2010, pilihan tempat sedang saya pertimbangkan antara wilayah utara sekitar Kelapa Gading atau Selatan, PIM, Senayan City atau sekitaran daerah tersebut. Semoga saja apa yang saya mau lakukan menginsporasi para Kompasioner, KITA MAU KITA BISA.

Minggu, 03 Oktober 2010

Proses Menentukan Hasil Akhir

TUHAN TIDAK MENILAI ANDA KETIKA ANDA TIDAK PUNYA UANG, YANG DINILAI TUHAN ADALAH PROSES UNTUK MENDAPATKAN UANG KARENA DALAM PROSES TERSEBUT TERLIHAT BAHWA ANDA PUNYA KUALITAS ATAU TIDAK SEBAGAI MAHLUKNYA YANG BERTAQWA ( PESONA KEHIDUPAN BY AWALUDDIN MANDJID)

Hasil hanyalah bagian kecil dari sebuah proses pencapaian yang dilakukan oleh manusia, inilah yang sering dilihat manusia, dengan sandangan yang nempel dalam diri manusia, yang dapat berupa banyaknya uang, rumah mewah, deretan mobil dan hal lainnya yang lebih bersifat duniawi semata, dan biasanya inilah yang dijadikan ukuran sukses manusia.Ada rangkaian proses sebelum mencapai hasil, yaitu :

Niat, apreasiasi niat terjadi karena tiga hal yaitu manusia sebagai mahluk Tuhan, manusia sebagai mahluk pribadi dan manusia sebagai mahluk sosial. Niat yang ada sebagi cakupan tiga hal tersebut sebagai kesatuan yang mempunyai sinergi satu dengan yang lainnya, saling memberi makna, karena niat ini akan menentukan cara yang akan dilakukan dalam menempuh tujuan hidup manusia. Niat, yang dijalan manusia adanya dalam hati, seberapa tulusnya niat yang ada terletak pada seberapa dekatnya ia kenal Tuhannya, sehingga ia kenal dirinya dan masyarakatnya.

Cara, untuk mewujudkan niat guna meraih tujuan hidup dibutuhkan cara yang benar dan tepat, dan itu dilakukan dengan akal pikir, dan harus sesuai dengan niatan hati, maka akal hati merupakan rujukan bagi akal pikir, sehingga didapat cara yang benar, tepat dan jitu guna meraih tujuan hidup manusia.

Tujuan hidup, tujuan yang hendak dicapai merupakan hasil dari apa yang diniatkan dan bagaimana niat itu dijalankan , diman akumulasinya menjadi tujuan hidup manusia. Untuk mencapai tujuan hidup manusia, yang berupa Ridlo Tuhan yang di harapkan maka yang harus dijalankannya  terlebih dahulu adalah Tugas hidup yang berupa implementasi tugasnya manusia sebagai mahluk Tuhan, dan Fungsi hidup yaitu bagaimana manusia memberikan nilai kemanfaatan sebanyak - banyaknya bagi manusia dan alam, sehingg manusia dan alam ini menjadi sejahtera dalam harmonisasi, antara manusi dan alam.

Apa yang dilakukan manusia sebelum ia mencapai kematiannya adalah rangkaian proses yang terus berjalan, dan sebagai bagian hidup yang merupakan proses inilah yang dinilai Tuhan sebelum ia mencapai tujuan akhirnya, karena bisa saja manusia dalam niat, cara dan tujuan berubah setiap saat, maka ada sebuah bahasa bijak yang mengatakan, RUGILAH MANUSIA YANG TAK BERILMU, RUGILAH MANUSIA YANG BERILMU NAMUN TAK MENGAMALKANNYA, RUGILAH MANUSIA YANG BERILMU, MENGAMALKANNYA NAMUN TAK IKHLAS, RUGILAH MANUSIA YANG BERILMU. MENGAMALKANNYA, IKHLAS NAMUN TAK MAMPU MEMTERHANKAN IKHLASNYA.

DAN ITULAH PROSES, AKHIR DARI TUJUAN ADALAH KEMATIAN DALAM IKHLAS DAN KEIKHLASAN.

Kamis, 08 Juli 2010

CERITA SUKSES NABI ADAM

NABI ADAMPUN PERNAH MENGALAMI KEGAGALAN DAN AKHIRNYA SUKSES
Pada proses penciptaan manusia yang pertama Yang Maha Kuasa atas segalanya telah mengajarkan manusia bahwa manusia sudah layak untuk memperoleh kegagalan dan itu dialami oleh Nabi Adam. Pertanyaannya adalah, apakah Tuhan tidak bisa mencegah apa yang dialami Oleh Nabi Adam agar Adam tidak mempertoleh kegagalannya, dengan segala Kekuasaan – Nya Tuhan amat sangat mampu untuk melakukann _Nya dan mengapa hal itu dibiarkan, alasannya adalah Tuhan mengajarakan kepada masnusia bagaimana menyikapi kegagalantertsebut. Dan itulah yang dilaukan oleh Adan,dan pasti itu adalah sknerio Tuhan,Pertanyaan lanjutanNYA  adalah kenapa manusia sekelas Nabi Adam yang suidah dijamin kapasitaspribadinya dan ahlkanya enagalamo kegagalan ketika beliau dilarang untuk melakukan pemakanan terahadap buah larangan, jelas Afdam yerbujuk rayuan dengan Iblis, dengan apa yang dinanamakanmkemikmatan diatas kenikmatan. Iblis merasa senang bahwa dia sudah berhasil melakukan penggodaan yang berhasil, bahwa ia tidak menyadari bahwa diatas kesangat-pintarannya ada Yang Maha Pintar, yaitu Tuhan, yang mempunyai kemampuan untuk memberi maaf pada manusia, dengan rasa maaf yang dipunyai oleh manusia, seperti yang dilakukan Nabi Adam, Sang Maha Kuasa akan menempatkan manusia pada kedudukan yang mulia, yang melebihi kapasitas sang iblis, dan itu dibuktikan oleh Nabi Adam,dengan penyadarannya terhadfap rasa bersalahnya dan taubat yang benar – benar dilakukannnya, sang Adampun melenihi sang iblis. Namun dengan kepongahan dan kesombbongannya sang iblis tak mau melakukan sujud hormat ketia ia diperintahkan untuk menghormati Nabi Adam.
Makna dari semua itu adalah kegagalan memang sudah layak dialami dan dimiliki oleh manusia dan itu sudah fitrah yang memang harus dimiliki oleh manusia,masalah yang paling mendasar dari keberadaan itu adalah penyikapan dari kegagalan. Penerimaan dan penyadaran kegagalan sebagai bagian yang juga merupakan fitrah, maka manusia akan memperoleh kedudukan yang mulia yang bias dikatakan sebagai kesuksesan yang hakiki.
Maka ktika manusia menolak kegagalan yang dialami, secara hakikinya manusia telah menolak fiteahnya sebagai manusia, bias saja kita katakana bahwa kita tak ingin gagal, begitupun yang saya alami, namun ketika hal terjadi apakah, kita akan menolak, percayalah ketika kita menerima kegagalan sebagai penyadaran diri namun untuk berusaha untuk lebih baik agar tidak terjadi kegagalan guna meraih sukses, maka kita akan memeroleh kedudukan yang penuh dengan kemuliaan.Seperti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Adam.

KITA ADALAH KITA BUKAN ORANG LAIN

JADIKAN KITA SEBAGAI KITA
Banyak orang mengaktualiusasikan orang lain jadi dirinya,kalaupun dalam proses pembelajaran hal meniru adalah hal yang biasa,karena memang prosesnya salahsatunya demikian. Namun akan menjadi kebablasan,akhirnya kita nggak pernah jadi diri kita sendiri. Kenapa hal ini sering terjadi,yang paling mendasar adalah kita tak pernah meyakini pada apa yang kita miliki dan yang paling fatal adalah kita nggak pernah mau menjadi diri kita sendiri. Tuhan menciptakan keberadaan manusia dengan keunikannya ,dan ia beda dengan yang lainnya kalaupun manusia itu kembar. Dari bermilyar manusia tak ada yang sama,buktinya adalah sidik jari dan dna,dengan kata lain TUHAN mewajibkan manusia jadi dirinya sendiri dengan segala apa yang diberinya.
Apakah kita,anda mau impian anda tentang kesuksesan yang anda impikan bukan menjadi milik anda namun  jadi milik orang lain. Karena apa yang kita rasakan adalah hak kita, karena apa yang kita pikirkan itulah yang akan diwujudkan, karena apa yang kita katakan adalah nilai yang jadi bagian dari hidup kita dan apa yang kita lakukan adalah asset hari ini dan masa datang.
Jangan impian yang ada dalam diri anda dalam diri kita jadi milik orang lain dan itu hanya bisa ketika kita menjadi diri kita bukan orang lain.
Menjadikan kita sebagai diri kita maknanya adalah kita meyakini apa yang kita miliki dan itu sebagai implementasi dari rasa sykur manusia pada SANG MAHA MENCIPTA. Sehebat orang lain, nyatanya mereka bukanlah kita,







TERUS, TERUS DAN TERUS LAKUKAN

JANGAN PERNAH MENYERAH
Ketika kita punya mimpi, ide , kreasi yang selalu kita ikhtiarkan dan selalu bermunajat pada ALLOH SWT tidak serta merta orang menyetujui apa yang dilakukan, dan sudah banyak contohnya dari cerita sukses orang - orang yang melakukan itu, bahkan dilecehkan, dihina, dianggap bahwa ide kita mustahil bisa dilaksanakan, diaplikasikan, dibumikan dalam dunia nyata, itulah sebuah realita yang dihadapi dengan kebajikan yang merujuk pada kebijakan, dan itu indahnya bagaimana kita menyikapi, karena salahsatu cita rasa sukses adalah kemampuan bertahan dalam kondisi apapun ( survival  defence of character ) dengan terus berinspirasi yang tetntunya dengan tiga prasyarat utama, NIAT, CARA DAN TUJUAN YANG BENAR, TEPAT DAN PAS SESUAI DENGAN KALAM ILLAHIAH. Dengan demikian kita bisa terus,terus dan terus berkarya dengan salah satu medianya menulis agar kawan,teman dan sahabat kita mengenal,  yang terpenting jangan sampai patah arang, patah semangat dan JANGAN MENYERAH, KARENA ALLOH MENGATAKAN BAHWA IA TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB SUATU KAMU ( MANUSIA ) KALAU IA TIDAK MAU MENGUBAHNYA ( QS. 13:11).
Adanya Kalam Illahiah yang ada, menunjukkan bahwa manusia harus terus berikhtiar, berupaya dan berupaya untuk melakukan apa yang diimpikannya sehingga menjadi nyata untuk kesejahteraan manusia dan alam denagan amalul yakin bahwa ALLOH AKAN MEREALISASIKAN HARAPAN  KITA SEBAGAI MANUSIA KARENA HANYA ALLOH YANG BISA MEREALISASIKAN KESEMUA ITU.

WAKTU YANG TEPAT
Ketika, kita mencoba untuk mengaplikasikan apa yang ada dalam kreasi kita, sering  kita berharap semoga hal itu cepat direalisasikan  ALLOH untuk menjadi nyata, pada kenyataannya ALLOH MEMBERI WAKTU YANG BENAR DAN PAS SERTA TEPAT BERDASARKAN KETERBAIKAN DAN KETERMANFAATAN ALLOH BAGI KITA YANG PASTI BAIK DN BERMANFAAT BAGI KITA, KELUARGA, MASYARAKAT, ALAM SERTA BANGSA DAN NEGARA. Namun kita sering  tidak sabar untuk menanti hal itu, pada kenyataannnya ALLOH MENGATAKAN BAHWA "SABARLAH KAMU DALAM KESABARAN AGAR DAPAT KEJAYAAN...... ( QS,3:200 ), dengan maksdu bahwa KESABARAN DALAM KESABARAN LEBIH BAIK DARI YANG TERBAIK DALAM MENANTI HARAPAN KITA UNTUK DIWUJUDKAN ALLOH, AMIIIN.